Selasa, 23 Februari 2016

pilihanku untuk berdoa pada Tuhan..,

“Ayah,  minta uangg….”
“Buat apa, Nak? Berapa?”
“Minta uang pokoknya, Ayah….”
“Iya berapa? Untuk apa?”
“Aduh Ayah, aku minta uang..”
“Iya Ayah kasih, tapi berapa, untuk apa?”
“Malibuu! Mau beli esklimmmmm..”
“Ohh.. lima ribu, buat beli es krim, kalau minta yang jelas dong.. Nih..”
“Horeee. Makasih Ayah..”

Dialog yang kerap terjadi bukan? Atau mungkin pernah berada pada situasi di mana ada org meminta sesuatu padamu, tpi karena tidak terlalu jelas akhirnya malah kmu abaikan atau km tunggu hingga permintaannya cukup jelas untuk kamu kabulkan..

Pernah?

Bagaimana jika ku ganti apabila objek yang diminta adalah… Tuhan?

Ada 2 tipe jenis orang yang berdoa, yang pertama adalah mereka yang memilih untuk berdoa secara umum dan pasrah mengenai apa yang diberikan asal yang terbaik, tipe kedua adalah yang memilih untuk meminta secara detail apa yg diinginkan.

Saya termasuk tipe kedua.

Ketika berdoa, saya lebih suka menjelaskan detail kepada Allah mengenai apa yang saya inginkan. Jelas dan cenderung bertele-tele juga panjang. Memang dengan seperti itu, kemungkinan kecewa akan lebih besar karena apabila tidak dikabulkan artinya semua doa kita bukan yang Tuhan mau. Tapi sy selalu percaya, jika kita beriman, Tuhan pasti memiliki jalan yang lebih baik yang hambanya tidak tau.

Tuhan itu penuh misteri, tapi sy tau, Tuhan penuh romantisme. Saya yakin sebagai orang beriman, Tuhan senang dipuja, Tuhan senang dipuji, dirayu dan diminta dengan manis. Maka begitulah caraku berdoa sesuai keyakinanku. Ku puja Ia, ku sapa Ia dengan panggilan yang baik, ku rayu Ia. Seperti seorang anak kecil yang merengek lolipop ke ayahnya, seperti seorang kekasih yang meminta pujaannya agar tersenyum kembali.

Sebagai seorang yang menganut satu agama, agamaku mengajarkan bahwa janji Tuhan adalah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia, lalu mengapa lantas manusia menjadi takut meminta dan berdoa hanya karena takut doanya tak dikabulkan, atau lebih parah terjadi hal paling buruk dalam hidupnya? Yakini saja, imani saja, Tuhan sayang hambanya, dan Tuhan itu maha pemurah, terutama bagi hambanya yang meminta.

Kebiasaanku berdoa dengan detail sejauh ini tak pernah mengecewakanku. Walau terkadang, jawaban dari doa-doa yang terpanjat membutuhkan waktu dan kesabaran, tapi Tuhan tau betul mana waktu yang paling tepat. Saya juga tumbuh sebagai manusia yang percaya, bahwa semua doa yang terpanjat itu sudah aman di genggaman Tuhan dan di waktu yang tepat satu persatu doa-doa tersebut akan kembali pada pemiliknya.

Keajaiban doa.
Terlalu banyak keajaiban yang terjadi dalam hidupku. Terlalu banyak doa2 yang telah dikabulkan, Tuhan memang Maha Pemurah, bahkan untuk hambanya yang sesekali lalai mendirikan perintahnya.

Yah, tampaknya keputusan untuk memilih berdoa secara detail sudah paling pas untukku.

Karena kadang Tuhan dan selera humornya datang tanpa permisi. :))

Kamis, 18 Februari 2016

nikmati masa sekolahmu..

Kangen ga masa dmna kita lari-lari karena takut gerbang sekolah keburu ditutup..,

Kangen kalau ada razia diomelin guru karena tdk pake sepatu hitam & seragam ketat kekecilan..,

Kangen nyari2 alasan buat keluar kelas (biasanya ke kamar mandi, trus balik kelas pas jam pelajaran sudah mau habis)..,

Kangen brdiri di barisan blakang saat upacara karena atribut ga lengkap..

Kangen ngerjain PR di sekolah dan satu catatan dijadikan contekan masal..

Kangen ketiduran di kelas sampe ditegur guru trus ada temen cewe yg suka pake kerudung buat dengerin lagu pake headset kalau guru yg gak asyik lgi nerangin..,

Trus ada siswa cowo yg sembunyi2 ngerokok di tempat sepi (biasanya d toilet), dilabrak rame2 sm kakak kelas, atau sok2an labrak adek kelas biar dibilang keren, kisah kasih di sekolah, nongkrong ke kantin pas jam kosong, remedial waktu nilai ulangan jelek, minta tugas tambahan untuk perbaikan nilai, pura-pura jdi anak baik supaya dapat nilai afektif bagus diraport, dan masiiiiiiih banyak lagi.

Waktu SMA, guru2 yg ngejar kita. Kalau tidak ikut ulangan atau ujian langsung disuruh ikut ujian susulan.

Di dunia kuliah,
Mahasiswa yg harus ngejar dosen, karena mahasiswa yg butuh dosen. Dosen nggak mau ambil pusing.

Kalau mahasiswa nggak datang, tinggal dikasih nilai seadanya sesuai kelakuan. Di SMA yg malas masih dinaik kelasin, di kuliah yg males ditinggalin.

Di skolah, guru yg nyamperin murid dari kelas satu ke kelas lain. Muridnya cukup diem, nyiapin alat tulis. Bahkan udah segitu mudahnya pun, masih aja ada yg males.

Kalau kuliah mahasiswa yg mesti pindah2 kelas ngikutin dosen di ruangan mana. Tiap hari yg ada ya pemandangan slide berganti slide sbagai bahan pembelajaran dikelas, ujiannya jelek ya tinggal pasrah, telat masuk kelas ya terpaksa ngerelain jatah absen.

Mondar-mandir ke perpus cari bahan referensi buat tugas makalah, mondar-mandir nyari jadwal kelas dmna, UTS, UAS, tugas, presentasi, tiada hari tanpa power point.

Sirik sm temen itu biasa, gak peduli mereka mau kuliah atau cuma setor muka, bodo amat sm temen yg lgi ngulang dikelas junior.

Uang jajan mulai menipis ya nikmati aja. Salah2 cari pacar malah bikin hari2 tambah nista, salah2 atur jadwal kuliah malah bnyak ngulang bareng adek junior.

Apes adalah makanan sehari2. Apalagi saat bertempur di medan skripsi. Gak kuat iman, rasa2nya mau bunuh diri. Banyakin stock sabar, hati besi, mental baja.

Makin akhir kuliah, makin susah ketemu teman. Pertengahan semester susah ngumpul alasannya bnyak tugas, semester akhir alasannya karena skripsi.

Setelah lulus, janji2 tetap ngumpul tinggallah wacana belaka. Udah lulus makin susah buat ngumpul, alasannya sibuk kerja. Belum lgi kalau sudah ada yg berkeluarga. Ujung2nya, sampe tua itu ngumpul nggak jadi2.

Tanpa kita sadari, atau mungkin sebenarnya sudah sadar cuma nggak terlalu kita pedulikan, bahwa ada satu tempat, lebih tepatnya satu fase kehidupan yg begitu surgawi.

Begitu mudahnya kebahagiaan dirasakan pada fase itu. Ya, fase itu adalah masa sekolah, khususnya masa SMA.

Adek2 yg skrg msh SMA pasti banyak yg blg "sy pngen cpat lulus, pngen cpat kuliah!"

Emang kuliah itu mudah..?? Kalian bakal ketemu bnyak tman yg dtang kalau ada butuhnya aja, bakal kesal kalau ada dosen yg tiba2 tdk dtang pdhal udah nunggu bbrpa jam, bakal ketemu dosen yang baik tau2 dpt nilai C, ketemu dosen yg galak tpi dpat nilai A, siap tdak tidur seharian demi tugas & sediakan jurus pasrah saat hari libur ada kelas pengganti.

Kalau kalian nanti udah seumuran saya, sudah lulus SMA, sudah lulus kuliah, sudah ngelewatin masa dmna ngeliat sosial media isinya banyak postingan teman tntang pernikahan, akan ada saatnya km blang "Eh, rasa2nya sy kangen pngen balik lgi ke jaman SMA".

Mau baik ataupun buruk tetap itu adalah masa yg paling ga bisa dilupakan. So, buat adik2, gunakan masa2 sekolah kalian dgan having fun breng temen2, masa itu gak akan pernah balik lagi..!!

Nikmati hari2 sekolah seperti remaja sewajarnya, manfaatkan waktu dngan hal2 yg ba ik, jngan terlalu hedonis, msih sekolah tidak usah neko2 kebanyakan gaya, pinter2 jaga diri, jaman sekarang kebebasan jdi kebablasan, jngan pula bnyak mengeluh ini itu, ingat selalu perjuangan org tua mati2an memberi pendidikan terbaik untuk anaknya.

Ketika kalian sudah ngerasain suka dukanya di perguruan tinggi itu seperti apa, dan sudah ngerasain perihnya jatuh bangun cari duit sendiri itu bagaimana, ketika itu pulalah kalian akan betul2 mengerti kenapa kalian perlu belajar keras & serius saat kalian masih duduk di bangku sekolah. Berjuang tidak semudah yg kalian kira dek. Kalian harus punya banyak tabungan mental yg cukup kuat dan ilmu pengetahuan yg sangat luas. 

dedication to my school friends *bighug*





Kamis, 31 Desember 2015

Catatan Akhir Tahun

Are you ready to celebrate New Year's? 


11:00 PM, enam puluh menit menuju tahun baru saya menulis ini, setelah saya terduduk. Mengawang melihat ke atas kemudian tertunduk. Menekan tombol pause dan mengingat semua yang terjadi.

Ternyata memang benar, akan datang saatnya kamu akan merasa sudah sangat cukup dengan apa yang dimiliki dan satu-satunya yang kamu mau hanyalah mempertahankan apa yang sudah didapatkan. Alhamdulillah.. Saya belum pernah merasa seyakin ini bahwa hidup saya sudah mendekati cukup dan terlalu maruk rasanya jika saya masih meminta lebih dari Tuhan selain meminta untuk tetap memiliki apa yang telah dimiliki.

Hingga akhirnya saya merenung, merunut apa yang telah terjadi selama setahun ini, dan mencoba mereka ulang apa resolusi saya tahun kemarin dan mendapati bahwa saya tidak menulis apa-apa di blog ini tahun lalu. Hidup saya setahun lalu mungkin sedang berada di titik terendah, sehingga untuk berharap dan menceritakan resolusi saja sepertinya sudah tidak sanggup. Ah, masa lalu.. mari kita lupakan..

Mungkin beberapa resolusi-resolusi kecil akan tetap ada seperti mlanjutkan karir yg lebih baik. Resolusi kecil yang membuat segala yang telah dimiliki menjadi lebih berarti dan membuat mereka mau bertahan. Peningkatan kualitas diri, kestabilan emosi, pendewasaan pikiran dan ketepatan bertindak. Ah amin untuk semuanya.

Untuk semua hal yang telah mengisi tahun 2015 saya, terima kasih atas semua pembelajaran berharganya. Untuk semua masalah yang datang menghampiri dan semua orang yang datang, pergi ataupun memutuskan bertahan di hidup saya, salam hormat dari saya.. Terima kasih telah mengisi waktu saya, membuat saya tumbuh lebih dewasa dan mawas diri, membuat saya mampu melihat hal dari dua sisi. Semua mendewasakan, ternyata semua baik untuk saya..

Well,
selamat tinggal 2015.
Terima kasih untuk seorang kamu,
kado terindah saya...

Untuk semua sahabat dan keluarga,
terima kasih sudah menjadi ekstensi akal sehat saya ketika pikiran saya buntu tertutup emosi ataupun termakan oleh cinta.. I love you all..

Bismillahirrahmanirahim..

HAPPY NEW YEAR 2016...

Minggu, 27 Desember 2015

Halftime (Man.United vs Stoke City) Dengan Secangkir Kopi dan Seorang Teman

Babak pertama slesai, United ktinggalan dua gol dri Stoke -_-. Sy pun sdah menghabisi setengah dri cangkir kopiku. Kopi yg menemani saya tumbuh menjadi fans united di setiap matchday nya. Sebuah kondisi biasa sebenarnya, hingga tiba saya melihat seorang teman lama yang jg mnyempatkan wktunya buat nobar. Mengenakan kemeja pas badan digulung sesiku dan celana bahan. Teman yang dahulu masih sama-sama mengenakan jersey sudah tumbuh menjadi sosok pekerja ibukota,

sebut saja, Dimas..

Saya : "Heii, lgi sibuk apa sekarang? Tdk libur?"

Dimas : "Iyanih .., Kerja aja sih, sm paling nongkrong sama anak-anak."

Saya : "Apa yang sudah d dapat dari kerjaanmu?"

Dimass : "sy lagi nyicil KPR yud."

Saya : "wetss sdah beli rumah.. .,sdah punya cewe bluum? Tinggal nikahnya aja nih, rumah sudah ada.."

Dimas : "Unfortunately, sy tdk ada cewe. Gaji sy tiap bulan cuma sisa 1/3nya. Hbis buat nyicil rumah. Untuk saat ini yg paling benar ya tdk punya cewe. Bayangkan kalau sy harus nambah 1 tanggung jawab lagi, bayarin makan, bayarin jalan dll. Sekarang uang sy habis buat pulsa, buat bensin, buat nongkrong, nobar, sm main futsal dngn anak-anak,.. Kalau sy punya cewe sy harus ngorbanin salah satu hal, dan yang paling mungkin adalah sy ngurangin jatah nongkrong dan futsal, dan untuk itu sy tdk mau. Karena stress sy hilang ya saat sy lagi sama anak-anak, dengan kondisi sy yang kaya sekarang, punya cewe sedikit banyak cuma nambah kepusingan.."

BOYS

Kamis, 24 Desember 2015

:)

saya adalah saya dengan segala kenangan tentangmu yang tak menjadi kita..
kamu jaga diri baik-baik yaa :)





Selasa, 10 November 2015

selamat ulang tahun ibu

Malam hari ini, aku sedang duduk menonton tv di ruang keluarga rumahku yang nyaman.Rumahku yang terkadang tercium harum sayur yang sedang dimasak, atau bau yang ditimbulkan dari minyak kayu putih yang Ibuku pakai. Aroma apapun yang sedang mengelilingi rumah selalu membuatku betah duduk termangu lama di ruang keluargaku.

And I am speechless.
When I wrote down this blog, my mom is 53 years old and my dad is 55 years old. Thank God, until I wrote this too they still healthy as well.

Rasanya waktu yang yang disediakan Tuhan mendadak ingin aku tarik kembali, ingin menikmati lagi ringannya langkah ketika bersanding dengan Ibu. Bergandengan tangan, merengek minta dibelikan mainan keluaran terbaru atau menangis karena tidak mau memakan sayur. Ketika itu, aku sering bercengkrama betapa aku ingin menjadi orang sukses. Sambil terkantuk Ibu mendengarkan ceritaku, dan biasanya diakhiri oleh kami yang tertidur bersama menunggu Atta yang pulang dari kantor.

Itu dulu, sekitar 10 hingga 15 tahun yang lalu.

Semenjak kesibukanku dan semakin banyaknya kegiatanku diluar, aku biasanya hanya meluangkan waktu kurang dari 2 jam untuk bercengkrama bersama Ibu. Pulang kegiatanku, badanku terlalu letih untuk sekedar bertanya kabar Ibu, yang tanpa kusadari sudah sangat ringkih dan tua. Hanya sekedar menyapa, cerita seadanya. Ketika ku menonton tv, Ibu sering duduk di sampingku, bertanya hal yang sebenarnya Ibu tidak mengerti seperti "Wayne Rooney ini seorang kapten ya" Mungkin hanya ingin ngobrol denganku, entahlah.. Ibu suka seperti itu, membuka pertanyaan kepadaku lalu kemudian kami menikmati acara di televisi hingga Ibu terkantuk dan tertidur.

Walau aku sibuk dan jarang meluangkan waktu untuk Ibu, tetapi sentuhan spesial seorang Ibu tidak akan pernah hilang di rumah. Harum kopi susu di pagi hari untukku, atau sekedar pertanyaan "Mau makan apa besok?" Atau "ceramah singkat" menasehatiku untuk makan teratur dan tidak meninggalkan sholat. Teman Ibu dirumah memang hanya tinggal aku, semenjak ksibukanku akhir2 ini dan harus sering kluar, hilanglah teman Ibu.

Sekarang apa yang bisa aku lakukan? aku sadar waktuku tak lagi panjang, mungkin tak sepanjang kalian yang meluangkan waktu membaca tulisanku.. Beruntunglah kalian yang masih memiliki orang tua yang masih dalam usia produktif. Karena akan tiba saatnya kalian akan diberikan silence moment oleh Tuhan untuk berfikir dan bertanya dalam hati.. "Apa yang sudah kuberikan kepada orang tua?"

Lucunya, banyak anak berfikir bahwa hal yang bisa membuat mereka senyum adalah pencapaian luar biasa di kehidupan bermasyarakat. Tapi yakinlah, bahwa sesungguhnya hal sederhana yang dibutuhkan semua Ibu di dunia ini adalah waktu senggang disela-sela kesibukan anaknya. Luangkan waktu sejenak, dengan secangkir teh atau beberapa jam obrolan hangat.

Yah..
Kadang, orang tua terlalu takut untuk meminta....
meminta waktu anaknya untuk sekedar bercengkrama.
SELAMAT ULANG TAHUN IBU, 

yudhi sayang Ibu.


Selasa, 03 November 2015

cerita si converse tua..



Sepatu ini sy beli di planet sport 2011 sepertinya, sy lupa-lupa ingat, yang sy ingat sepatu ini yang menemaniku hampir kemanapun. Kampus, nongkrong, pacaran hingga ntahlah di mana otak saat itu, sy pake juga untuk ke acara formal sesekali.

Melangkah dengan sepatu yang harganya saat itu cukup menguras kantong anak kuliahan rasanya bangga sekali.Mungkin karena eksistensi anak muda, mungkin karena trend saat itu, mungkin juga karena merasa sepatu ini sedikit banyak mewakili kepribadianku. Ketika sy beli, sepatu ini berwarna nyaris hitam bersih. Seiring waktu, warnanya berubah menjadi kusam bahkan memutih di beberapa sisinya.

Masih dengan semangat anak muda yang sama, sepatu yang mulai sangat butut itu tetap ku pakai kemanapun hingga sekitar akhir 2014. Bahkan sepatu ini adalah yang ku kenakan untuk date pertama dengan ex wktu itu.…

Saat itu, aku berpikir bahwa Converse keren itu ya Converse buluk, butut dan belom dicuci bertahun-tahun, makanya sy bangga sekali dengan si sepatu tua yang nyaris ku pakai kemana-mana ini. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku untuk mengistirahatkan sepatu ini dan menggantinya dengan yang lebih baik.. "Converse bersih itu bukan saya banget, hoa..", kurang lebih begitu pikirku.

dan waktuku bergulir

Saya terdewasa bersama waktu dan keadaan..

Setelah tahun 2014, banyak fase besar yang sy hadapi dalam hidup. Ya kelulusan, pekerjaan, lingkungan baru dan lain sebagainya… Seiring itu pula perlahan sepatu tua ini mulai terlupakan, perlahan mulai timbul keinginan untuk mencuci sepatu Converse kesayangan ini agar enak dilihat. Lalu, perlahan hasrat untuk membeli sepatu Converse barupun muncul hingga Converse tua inipun akhirnya diistirahatkan.

Tanpa sadar, sy mulai berganti selera sepatu, dari sneakers menjadi sepatu rapih yang tak menghilangkan kepribadianku yang memang pada dasarnya santai. Lalu sy mulai menjatuhkan pilihan ke chukka boots espadrille , casual oxford dan boots sebagai sepatu untuk sehari-hari. Selain itu, koleksi pantofel juga memenuhi lemari sepatu untuk acara tertentu.


Converse tua itu semakin terlupakan, dan benar-benar sudah kuistirahatkan. Sekarang koleksi sepatuku ada sekitar 6 pasang lebih, dan saya hanya memiliki 1 pasang Converse bersih berwarna merah. :)

Yah begitulah hidup, jika berada pada lingkungan baik dan bersama orang-orang tepat, maka kita sendiri yang tanpa sadar akan memperbaiki diri. Entah itu karena menyesuaikan lingkungan, entah itu karena memang memikul tanggung jawab "profesi" yang menempel di diri ketika berdiri. Apapun alasan seseorang untuk berubah, pastikan perubahan itu membuatmu semakin baik, terlebih apabila keputusan untuk berkembang dan berpindah lingkungan sudah diambil.

Sesekali lihatlah ke belakang, kenanglah semua yang telah berubah. Jika membaik, berbahagialah. Artinya kamu sudah berada di lingkungan yang tepat. :)

Selamat berubah tanpa merasa dipaksa.

Senin, 05 Oktober 2015

reason to get married.., nikah muda??

"Nikah Muda",

mungkin bagi beberapa mereka 2 kata ini terdengar begitu indah, bagai dongeng kisah klasik yang menyelamatkan mereka, bagai sebuah keriaan dengan akhir bahagia. Ditambah, banyak sekali di sekeliling mereka yang memutuskan untuk menikah muda dan terlihat bahagia. Tumbuhlah harapan-harapan di benak mereka untuk cepat-cepat melepas masa lajang.

Sedihnya, banyak dari mereka yang hanya mau, tetapi belum mampu..

Pernah suatu hari saya membaca postingan perempuan, curhat di umurnya yang menurutnya sudah tidak muda lagi, ia mengalami perpisahan dengan pacarnya karena si pacar dirasa tidak ada etikad baik mengajaknya menuju pelaminan, dan setelah ku tanya umur si perempuan itu, ia menjawab umurnya adalah 21…, Tuhan, umur 21 dan sudah hampir putus asa curhat ke orang tidak dikenal mengenai keinginan kuatnya untuk menikah...

Trus knapa sy menulis postingan ini..? dan knapa setiap teman maupun siapapun yang meminta saran padaku untuk menikah, maka pertanyaan pertama yang ku tanyakan pada mereka adalah..

"Ke depannya udah siap? Bisa hidup..?"

Aku tidak peduli mereka hidup seperti apa, sumber dana dari mana, si calon mapan atau tidak, punya rekening berapa. Karena pernikahan bukan hanya sekedar resepsi yang dipajang di Instagram lalu menimbulkan ribuan likes, bukan itu. Pernikahan adalah sebuah keputusan hidup bersama, berdua, hingga nanti.

Ku akui, hari pernikahan merupakan hari paling indah dalam hidup. Bayangkan, dalam 1 hari mendapat ribuan ucapan selamat, banyak kado dan semua orang yang menatap dirimu ketika berjalan. Tapi sesudahnya, orang tidak ada yang peduli, yang mereka tau, hidupmu sudah berdua.

Lalu? Apa mereka yang mengucapkan selamat atau yang ribet nanya kapan nikah akan membiayai hidupmu ke depannya? Jelas tidak, hidupmu dan pasangan ke depannya adalah tanggung jawab kalian sendiri. Nah poin ini banyak yang kalian lupa, bahwa pernikahan adalah sebuah perubahan fase hidup yang dibutuhkan banyak kesiapan.

Memang benar, semua manusia mempunyai standar hidupnya masing-masing. Ada yang kalau pusing harus cari coffee shop dengan harga secangkir minuman menyentuh 50.000 rupiah, ada yang sudah cukup beli jalangkote dekat rumah. Ada yang bila dirawat harus di kamar kelas 1, ada yang bisa sembuh walau hanya di kamar rawat kelas 3.

Setiap manusia mempunyai tingkat gaya hidupnya sendiri-sendiri, tapi mereka yang mungkin hidupnya tak seberuntung kalian yang sedang membaca postingan ini sembari menikmati minuman enak, juga pasti memiliki standar hidup dan harapan agar ke depannya hidupnya membaik, bukan?
di situ poinnya, mengapa setiap manusia harus memiliki persiapan dalam hidup, apalagi ketika memutuskan menikah.

Hidup itu selalu penuh keputusan, hidup selalu dihadapkan pada pilihan, dan manusia berhak untuk memilih mana jalan terbaik untuk dirinya.

Menikah itu hal yang indah. Benar. Bagaimana tidak indah, setiap pagi kita melihat raut muka seorang yang kita cinta, setiap hari kita memiliki seseorang yang bertanggung jawab atas kecukupan dan kebahagiaan kita..

Tapi, siapkah kamu? dan lebih penting, siapkah kalian memenuhi kebutuhan hidup kalian setelah menikah?

Pernikahan bukan ajang perlombaan, tidak mesti yang terakhir menikah adalah pihak yang kalah. Pernikahan juga bukan cepat-cepatan umur, tetapi kemantapan juga kesiapan, salah satunya kesiapan finansial, setidaknya untuk bertahan hidup ke depannya.

Jadi, kalau kamu merasa penghasilan kamu dan pacar kamu belom cukup untuk memenuhi hidup kalian pasca menikah, jangan pernah ragu untuk menunda. Kerja keras lagi, nabung lagi. Nikah tidak harus muda, tapi jika dirasa sudah siap, segerakan.. Tapi jangan tanpa persiapan. Gegabah memberi makan ego, lalu kemudian tak mampu memberi makan perut sendiri.

Tuhan memang menjanjikan rezeki bagi hambanya yang mau berjalan menuju kebaikan, di antaranya adalah pernikahan. Tapi janji Tuhan yang pasti benar itu baiknya tidak dijadikan "modal menikah". Menikah itu butuh persiapan, bukan berharap keajaiban. Karena Tuhan yang paling tau, seberapa porsi keajaiban yang Ia mau berikan pada hambanya.

Kembalikan lagi ke diri kalian berdua sebelum mengambil keputusan untuk bersama, sanggupkah kalian untuk hidup ke depan sesuai dengan gaya hidup yang kalian sepakati. Sanggup? Jalani. Menikah adalah hal baik dan membahagiakan, tapi juga penuh masalah. Nikah ketika sudah yakin bahwa ke depannya bisa hidup adalah satu cara mengurangi masalah berat ke depannya. :)

Selamat berbahagia dan merencanakan pernikahan. :)

Kamis, 03 September 2015

simply joy of life :)

Anda tentu berfikir, kenapa saya senang sekali membahas mengenai hal-hal kecil namun mampu menjadi "power booster" untuk saya?

Jawabannya simple, se simple hidup saya yang memang sederhana ini, karena semakin banyak anda bersyukur terhadap hal kecil yang anda punya, semakin anda akan banyak tersenyum dan menghargai setiap inchi bagian hidup anda.

Pasti anda pernah mempunyai teman, saudara, keluarga, ATAU BAHKAN ANDA sendiri yang selalu mengeluh dengan apa yang dimilki ? atau selalu merasa tidak puas mengenai hal-hal yang telah ia capai? atau yang telah ia miliki ?

Saya belum siap mengatakan diri saya menghargai setiap jengkal hidup saya, namun saya bersyukur (lagi-lagi karena hal kecil), saya bersyukur saya memiliki tingkat kesenangan yang amat sederhana, dan saya menyebutnya simply joy of life.

Apa sih simply joy of life menurut saya?
tdk banyak kok, simply joy of life ini adalah menikmati setiap kesenangan di dunia ini walau itu sekecil apapun , sesederhana apapun.

Terkadang kita sering lupa nikmatnya bernafas, nikmatnya mandi, nikmatnya tidur, atau hanya sekedar nikmatnya tersenyum. Saya memiliki teman yang sepanjang hidupnya penuh dengan keluhan, saya yakin kok ia mensyukuri apa yang ia miliki, namun hasratnya untuk "terlihat" lebih besar dari rasa bersyukur yang telah ia miliki.

Dalam kata lain, ia tidak benar-benar mampu untuk mensyukuri semua yang telah ia miliki dan dapatkan. Kurang muluslah, kurang putihlah, kurang inilah, itulah, menyedihkan gak sih hidup selalu dalam bayangan seperti itu? atau spent to much money demi menjadi cantik dan itu cuma akan membuat kamu terlihat FAKE? silly

Bersyukur itu adalah sebuah nikmat yang Allah berikan FREE kepada setiap hambanya, namun terkadang hamba Allah yang terlalu sombong menyia-nyiakan kemampuan super dahsyat ini. Allah memberikan rasa syukur kepada manusia, selain untuk selalu mengingatNya, juga untuk membuat hidup manusia lebih tenang dan damai. selalu tersenyum untuk kebahagiaan sekecil apapun. Kebahagiaan yang piciknya, orang sering sekali melupakan, atau sedihnya, ia tidak menyadari bahwa ia memiliki jutaan kebahagiaan kecil yang bisa ia nikmati sendiri.

Iya, menikmati sendiri.
rasa syukur itu tidak perlu disebar luaskan ke orang kok, orang akan sadar sendiri mana manusi yang memiliki rasa syukur, atau hanya sekedar pura-pura bersyukur. Rasa syukur jauh lebih bermakna saat anda menikmati rasa penuh keindahan itu sendiri, dalam alam bawah sadar anda sendiri, dan tersenyum sendiri, atau tertawa penuh pengharapan sendiri.

Kebahagiaan itu bukan datang dari material dan uang atau fisik semata kok, kebahagiaan mempunyai arti diatas segalanya, diatas semua pencapaian luar biasa Anda..! diatas semua wajah cantik Anda ! diatas semua jabatan Anda ! dan diatas semua omong kosong anda tentang bersyukur.

Kapan terakhir anda benar-benar bersyukur terhadap hal kecil yang anda miliki.? kapan anda tersenyum untuk diri anda sendiri.?

Atau . . . . .
kapan anda terakhir jatuh cinta terhadap diri anda sendiri ?

Bersyukurlah anda dengan semua hal kecil yang mengelilingi anda, tersenyumlah akan semua hal yang membahagiakan anda, tertawalah untuk semua pencapaian menarik yang telah anda gapai.

Dan yakinkanlah, anda akan jauh lebih bahagia,

BERSYUKURLAH, DAN TERSENYUMLAH UNTUK DIRI ANDA SENDIRI .

Minggu, 14 Juni 2015

Karena Mereka Tidak Mengemis, Tak Perlulah Menawar Habis-habisan Barang yang Mereka Jual


Ketika sedang berjalan-jalan, pernakah kamu bertemu pedagang kaki lima atau asongan yang menjajakan dagangan mereka? Mungkin, saat kamu kehausan di tengah macet ada seorang penjual minuman keliling yang menjajakan dagangannya di bawah terik matahari. Kamu pun bermaksud membelinya untuk sekedar membasahi tenggorokan. Namun, menurutmu harga yang ditawarkan begitu mahal. Kamu pun menawar, tapi karena harga tak kunjung turun kamu tak jadi membeli.

Di sisi lain, kamu begitu sering jajan di minimarket, mengambil barang yang ingin kamu beli tanpa perlu menawar saat akan membayar ke kasir.

Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan sebuah video berjudul‘This Poor Coconut seller was insulted by a Rich man’. Video berbahasa India yang diunggah Varun Pruthi ini cukup viral di dunia maya dan berhasil mengumpulkan 500,00 views dan terus bertambah.

Kisah tentang seorang penjual kelapa muda yang dihina oleh seorang lelaki kaya.


Video ini bukan bercerita tentang kisah Mahabarata atau Ramayana, seperti cerita-cerita India yang sering kamu tonton di layar kaca Indonesia. Tak ada tari-tarian. Pokoknya, jauh dari streotip cerita India yang sering dijejalkan di Indonesia. Meski bukan drama percintaan, drama dalam video ini pun cukup menyentuh. Bercerita tentang seorang penjual kelapa muda di pinggir jalan yang melakukan tugasnya sebagai penjual. Tiba-tiba, seorang pria turun dari mobil dan menghampiri penjual kelapa muda. Pria itu bertanya berapa harga sebuah kelapa muda dan pedagang itu menjawabnya. Pria tersebut terkejut dengan harga yang diberikan dan kemudian menawarnya, tapi pedagang tersebut menolak.

“Pak, saya seharian berdiri di sini di bawah terik matahari…” begitu kira-kira yang diucapkan pedagang tersebut dengan sopan.

Yang terjadi, pria tersebut malah memaki pedagang tersebut dan menyebutnya perampok. Pria tersebut kemudian pergi meninggalkan pedagang yang hanya bisa berlapang dada dihina seperti itu. Tak beberapa lama, pria tersebut kembali lewat sembari membawa sebotol minuman. Pedagang kelapa muda itu pun bertanya berapa harga minuman tersebut. Yang ternyata harganya sama dengan harga kelapa muda yang ditawarkan penjual itu. Lalu penjual tersebut bertanya kembali berapa harga yang ditawar oleh pria tersebut. Pria tersebut terkejut dan berkata bahwa ini adalah minuman bermerek tidak mungkin ditawar.


“Untuk minuman bermerek kamu tidak menawar, untuk pedagang miskin kamu menawar,” ujar pedagang tersebut.


Di sekeliling kita pun, ada banyak pedagang kecil yang mungkin sering kita perlakukan tidak adil.

Meski latar belakang video tersebut berada di India, tapi sepertinya masih relevan dengan keadaan di sekitar kita di Indonesia. Mungkin, kita sering mengumpat dalam hati ketika pedagang kecil di sekitar kita memberikan harga yang sepertinya terlalu mahal buat kita.

“Bapaknya mau naik haji kali nih masa kacang rebus aja lima ribu!”

Sementara kita biasa merasakan barang serupa di cafe, mall, atau restaurant dengan harga yang lebih mahal berkali-kali lipat dari harga yang diberikan pedagang tersebut. Tapi, tak sedikit pun kita merasa kemahalan atas harga yang ditawarkan. Mungkin, kita akan menjawab, ya tentu saja, karena di tempat-tempat tersebut ada pajak, sewa tempat, dan banyak hal yang dibebankan kepada pembeli.

Yang kita tidak tahu, pedagang kecil di sekeliling kita harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan dagangan, pulang lebih larut agar dagangannya habis dan tidak tersisa. Ada biaya ‘keamanan’ yang mungkin harus mereka keluarkan saat berjualan di jalan. Tak jarang, mereka harus mempertaruhkan keselamatan diri mereka untuk berjualan di tengah jalan atau naik turun bus kota dalam keadaan berjalan.

Mereka bukan peminta-minta, mereka hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal.

Mereka tak ingin dikasihani. Mereka juga bukan meminta sedekah. Yang mereka inginkan adalah kita membeli yang mereka jual dengan ikhlas. Kadang tak jarang kan kita menemui pedagang seperti ini yang sudah lanjut usia. Mereka tetap dengan gigih menjajakan barang dagangannya dengan sopan. Dengan keterbatasan ekonomi itu, mereka tetap berjuang mencari rezeki dan bukan hanya berpangku tangan mengharapkan bantuan. Mereka bekerja mencari nafkah dengan halal.

Seharusnya, kehadiran mereka bisa menjadi semangat untuk kita yang masih berusia muda. Dengan pendidikan yang lebih dan nasib yang jauh lebih beruntung dari pada mereka, kita harus lebih semangat dan optimis menghadapi hidup.

Kalau kebetulan kamu bertemu mereka di jalan, carilah alasan untuk membeli dagangan mereka.