Selasa, 10 November 2015

selamat ulang tahun ibu

Malam hari ini, aku sedang duduk menonton tv di ruang keluarga rumahku yang nyaman.Rumahku yang terkadang tercium harum sayur yang sedang dimasak, atau bau yang ditimbulkan dari minyak kayu putih yang Ibuku pakai. Aroma apapun yang sedang mengelilingi rumah selalu membuatku betah duduk termangu lama di ruang keluargaku.

And I am speechless.
When I wrote down this blog, my mom is 53 years old and my dad is 55 years old. Thank God, until I wrote this too they still healthy as well.

Rasanya waktu yang yang disediakan Tuhan mendadak ingin aku tarik kembali, ingin menikmati lagi ringannya langkah ketika bersanding dengan Ibu. Bergandengan tangan, merengek minta dibelikan mainan keluaran terbaru atau menangis karena tidak mau memakan sayur. Ketika itu, aku sering bercengkrama betapa aku ingin menjadi orang sukses. Sambil terkantuk Ibu mendengarkan ceritaku, dan biasanya diakhiri oleh kami yang tertidur bersama menunggu Atta yang pulang dari kantor.

Itu dulu, sekitar 10 hingga 15 tahun yang lalu.

Semenjak kesibukanku dan semakin banyaknya kegiatanku diluar, aku biasanya hanya meluangkan waktu kurang dari 2 jam untuk bercengkrama bersama Ibu. Pulang kegiatanku, badanku terlalu letih untuk sekedar bertanya kabar Ibu, yang tanpa kusadari sudah sangat ringkih dan tua. Hanya sekedar menyapa, cerita seadanya. Ketika ku menonton tv, Ibu sering duduk di sampingku, bertanya hal yang sebenarnya Ibu tidak mengerti seperti "Wayne Rooney ini seorang kapten ya" Mungkin hanya ingin ngobrol denganku, entahlah.. Ibu suka seperti itu, membuka pertanyaan kepadaku lalu kemudian kami menikmati acara di televisi hingga Ibu terkantuk dan tertidur.

Walau aku sibuk dan jarang meluangkan waktu untuk Ibu, tetapi sentuhan spesial seorang Ibu tidak akan pernah hilang di rumah. Harum kopi susu di pagi hari untukku, atau sekedar pertanyaan "Mau makan apa besok?" Atau "ceramah singkat" menasehatiku untuk makan teratur dan tidak meninggalkan sholat. Teman Ibu dirumah memang hanya tinggal aku, semenjak ksibukanku akhir2 ini dan harus sering kluar, hilanglah teman Ibu.

Sekarang apa yang bisa aku lakukan? aku sadar waktuku tak lagi panjang, mungkin tak sepanjang kalian yang meluangkan waktu membaca tulisanku.. Beruntunglah kalian yang masih memiliki orang tua yang masih dalam usia produktif. Karena akan tiba saatnya kalian akan diberikan silence moment oleh Tuhan untuk berfikir dan bertanya dalam hati.. "Apa yang sudah kuberikan kepada orang tua?"

Lucunya, banyak anak berfikir bahwa hal yang bisa membuat mereka senyum adalah pencapaian luar biasa di kehidupan bermasyarakat. Tapi yakinlah, bahwa sesungguhnya hal sederhana yang dibutuhkan semua Ibu di dunia ini adalah waktu senggang disela-sela kesibukan anaknya. Luangkan waktu sejenak, dengan secangkir teh atau beberapa jam obrolan hangat.

Yah..
Kadang, orang tua terlalu takut untuk meminta....
meminta waktu anaknya untuk sekedar bercengkrama.
SELAMAT ULANG TAHUN IBU, 

yudhi sayang Ibu.


Selasa, 03 November 2015

cerita si converse tua..



Sepatu ini sy beli di planet sport 2011 sepertinya, sy lupa-lupa ingat, yang sy ingat sepatu ini yang menemaniku hampir kemanapun. Kampus, nongkrong, pacaran hingga ntahlah di mana otak saat itu, sy pake juga untuk ke acara formal sesekali.

Melangkah dengan sepatu yang harganya saat itu cukup menguras kantong anak kuliahan rasanya bangga sekali.Mungkin karena eksistensi anak muda, mungkin karena trend saat itu, mungkin juga karena merasa sepatu ini sedikit banyak mewakili kepribadianku. Ketika sy beli, sepatu ini berwarna nyaris hitam bersih. Seiring waktu, warnanya berubah menjadi kusam bahkan memutih di beberapa sisinya.

Masih dengan semangat anak muda yang sama, sepatu yang mulai sangat butut itu tetap ku pakai kemanapun hingga sekitar akhir 2014. Bahkan sepatu ini adalah yang ku kenakan untuk date pertama dengan ex wktu itu.…

Saat itu, aku berpikir bahwa Converse keren itu ya Converse buluk, butut dan belom dicuci bertahun-tahun, makanya sy bangga sekali dengan si sepatu tua yang nyaris ku pakai kemana-mana ini. Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku untuk mengistirahatkan sepatu ini dan menggantinya dengan yang lebih baik.. "Converse bersih itu bukan saya banget, hoa..", kurang lebih begitu pikirku.

dan waktuku bergulir

Saya terdewasa bersama waktu dan keadaan..

Setelah tahun 2014, banyak fase besar yang sy hadapi dalam hidup. Ya kelulusan, pekerjaan, lingkungan baru dan lain sebagainya… Seiring itu pula perlahan sepatu tua ini mulai terlupakan, perlahan mulai timbul keinginan untuk mencuci sepatu Converse kesayangan ini agar enak dilihat. Lalu, perlahan hasrat untuk membeli sepatu Converse barupun muncul hingga Converse tua inipun akhirnya diistirahatkan.

Tanpa sadar, sy mulai berganti selera sepatu, dari sneakers menjadi sepatu rapih yang tak menghilangkan kepribadianku yang memang pada dasarnya santai. Lalu sy mulai menjatuhkan pilihan ke chukka boots espadrille , casual oxford dan boots sebagai sepatu untuk sehari-hari. Selain itu, koleksi pantofel juga memenuhi lemari sepatu untuk acara tertentu.


Converse tua itu semakin terlupakan, dan benar-benar sudah kuistirahatkan. Sekarang koleksi sepatuku ada sekitar 6 pasang lebih, dan saya hanya memiliki 1 pasang Converse bersih berwarna merah. :)

Yah begitulah hidup, jika berada pada lingkungan baik dan bersama orang-orang tepat, maka kita sendiri yang tanpa sadar akan memperbaiki diri. Entah itu karena menyesuaikan lingkungan, entah itu karena memang memikul tanggung jawab "profesi" yang menempel di diri ketika berdiri. Apapun alasan seseorang untuk berubah, pastikan perubahan itu membuatmu semakin baik, terlebih apabila keputusan untuk berkembang dan berpindah lingkungan sudah diambil.

Sesekali lihatlah ke belakang, kenanglah semua yang telah berubah. Jika membaik, berbahagialah. Artinya kamu sudah berada di lingkungan yang tepat. :)

Selamat berubah tanpa merasa dipaksa.

Senin, 05 Oktober 2015

reason to get married.., nikah muda??

"Nikah Muda",

mungkin bagi beberapa mereka 2 kata ini terdengar begitu indah, bagai dongeng kisah klasik yang menyelamatkan mereka, bagai sebuah keriaan dengan akhir bahagia. Ditambah, banyak sekali di sekeliling mereka yang memutuskan untuk menikah muda dan terlihat bahagia. Tumbuhlah harapan-harapan di benak mereka untuk cepat-cepat melepas masa lajang.

Sedihnya, banyak dari mereka yang hanya mau, tetapi belum mampu..

Pernah suatu hari saya membaca postingan perempuan, curhat di umurnya yang menurutnya sudah tidak muda lagi, ia mengalami perpisahan dengan pacarnya karena si pacar dirasa tidak ada etikad baik mengajaknya menuju pelaminan, dan setelah ku tanya umur si perempuan itu, ia menjawab umurnya adalah 21…, Tuhan, umur 21 dan sudah hampir putus asa curhat ke orang tidak dikenal mengenai keinginan kuatnya untuk menikah...

Trus knapa sy menulis postingan ini..? dan knapa setiap teman maupun siapapun yang meminta saran padaku untuk menikah, maka pertanyaan pertama yang ku tanyakan pada mereka adalah..

"Ke depannya udah siap? Bisa hidup..?"

Aku tidak peduli mereka hidup seperti apa, sumber dana dari mana, si calon mapan atau tidak, punya rekening berapa. Karena pernikahan bukan hanya sekedar resepsi yang dipajang di Instagram lalu menimbulkan ribuan likes, bukan itu. Pernikahan adalah sebuah keputusan hidup bersama, berdua, hingga nanti.

Ku akui, hari pernikahan merupakan hari paling indah dalam hidup. Bayangkan, dalam 1 hari mendapat ribuan ucapan selamat, banyak kado dan semua orang yang menatap dirimu ketika berjalan. Tapi sesudahnya, orang tidak ada yang peduli, yang mereka tau, hidupmu sudah berdua.

Lalu? Apa mereka yang mengucapkan selamat atau yang ribet nanya kapan nikah akan membiayai hidupmu ke depannya? Jelas tidak, hidupmu dan pasangan ke depannya adalah tanggung jawab kalian sendiri. Nah poin ini banyak yang kalian lupa, bahwa pernikahan adalah sebuah perubahan fase hidup yang dibutuhkan banyak kesiapan.

Memang benar, semua manusia mempunyai standar hidupnya masing-masing. Ada yang kalau pusing harus cari coffee shop dengan harga secangkir minuman menyentuh 50.000 rupiah, ada yang sudah cukup beli jalangkote dekat rumah. Ada yang bila dirawat harus di kamar kelas 1, ada yang bisa sembuh walau hanya di kamar rawat kelas 3.

Setiap manusia mempunyai tingkat gaya hidupnya sendiri-sendiri, tapi mereka yang mungkin hidupnya tak seberuntung kalian yang sedang membaca postingan ini sembari menikmati minuman enak, juga pasti memiliki standar hidup dan harapan agar ke depannya hidupnya membaik, bukan?
di situ poinnya, mengapa setiap manusia harus memiliki persiapan dalam hidup, apalagi ketika memutuskan menikah.

Hidup itu selalu penuh keputusan, hidup selalu dihadapkan pada pilihan, dan manusia berhak untuk memilih mana jalan terbaik untuk dirinya.

Menikah itu hal yang indah. Benar. Bagaimana tidak indah, setiap pagi kita melihat raut muka seorang yang kita cinta, setiap hari kita memiliki seseorang yang bertanggung jawab atas kecukupan dan kebahagiaan kita..

Tapi, siapkah kamu? dan lebih penting, siapkah kalian memenuhi kebutuhan hidup kalian setelah menikah?

Pernikahan bukan ajang perlombaan, tidak mesti yang terakhir menikah adalah pihak yang kalah. Pernikahan juga bukan cepat-cepatan umur, tetapi kemantapan juga kesiapan, salah satunya kesiapan finansial, setidaknya untuk bertahan hidup ke depannya.

Jadi, kalau kamu merasa penghasilan kamu dan pacar kamu belom cukup untuk memenuhi hidup kalian pasca menikah, jangan pernah ragu untuk menunda. Kerja keras lagi, nabung lagi. Nikah tidak harus muda, tapi jika dirasa sudah siap, segerakan.. Tapi jangan tanpa persiapan. Gegabah memberi makan ego, lalu kemudian tak mampu memberi makan perut sendiri.

Tuhan memang menjanjikan rezeki bagi hambanya yang mau berjalan menuju kebaikan, di antaranya adalah pernikahan. Tapi janji Tuhan yang pasti benar itu baiknya tidak dijadikan "modal menikah". Menikah itu butuh persiapan, bukan berharap keajaiban. Karena Tuhan yang paling tau, seberapa porsi keajaiban yang Ia mau berikan pada hambanya.

Kembalikan lagi ke diri kalian berdua sebelum mengambil keputusan untuk bersama, sanggupkah kalian untuk hidup ke depan sesuai dengan gaya hidup yang kalian sepakati. Sanggup? Jalani. Menikah adalah hal baik dan membahagiakan, tapi juga penuh masalah. Nikah ketika sudah yakin bahwa ke depannya bisa hidup adalah satu cara mengurangi masalah berat ke depannya. :)

Selamat berbahagia dan merencanakan pernikahan. :)

Kamis, 03 September 2015

simply joy of life :)

Anda tentu berfikir, kenapa saya senang sekali membahas mengenai hal-hal kecil namun mampu menjadi "power booster" untuk saya?

Jawabannya simple, se simple hidup saya yang memang sederhana ini, karena semakin banyak anda bersyukur terhadap hal kecil yang anda punya, semakin anda akan banyak tersenyum dan menghargai setiap inchi bagian hidup anda.

Pasti anda pernah mempunyai teman, saudara, keluarga, ATAU BAHKAN ANDA sendiri yang selalu mengeluh dengan apa yang dimilki ? atau selalu merasa tidak puas mengenai hal-hal yang telah ia capai? atau yang telah ia miliki ?

Saya belum siap mengatakan diri saya menghargai setiap jengkal hidup saya, namun saya bersyukur (lagi-lagi karena hal kecil), saya bersyukur saya memiliki tingkat kesenangan yang amat sederhana, dan saya menyebutnya simply joy of life.

Apa sih simply joy of life menurut saya?
tdk banyak kok, simply joy of life ini adalah menikmati setiap kesenangan di dunia ini walau itu sekecil apapun , sesederhana apapun.

Terkadang kita sering lupa nikmatnya bernafas, nikmatnya mandi, nikmatnya tidur, atau hanya sekedar nikmatnya tersenyum. Saya memiliki teman yang sepanjang hidupnya penuh dengan keluhan, saya yakin kok ia mensyukuri apa yang ia miliki, namun hasratnya untuk "terlihat" lebih besar dari rasa bersyukur yang telah ia miliki.

Dalam kata lain, ia tidak benar-benar mampu untuk mensyukuri semua yang telah ia miliki dan dapatkan. Kurang muluslah, kurang putihlah, kurang inilah, itulah, menyedihkan gak sih hidup selalu dalam bayangan seperti itu? atau spent to much money demi menjadi cantik dan itu cuma akan membuat kamu terlihat FAKE? silly

Bersyukur itu adalah sebuah nikmat yang Allah berikan FREE kepada setiap hambanya, namun terkadang hamba Allah yang terlalu sombong menyia-nyiakan kemampuan super dahsyat ini. Allah memberikan rasa syukur kepada manusia, selain untuk selalu mengingatNya, juga untuk membuat hidup manusia lebih tenang dan damai. selalu tersenyum untuk kebahagiaan sekecil apapun. Kebahagiaan yang piciknya, orang sering sekali melupakan, atau sedihnya, ia tidak menyadari bahwa ia memiliki jutaan kebahagiaan kecil yang bisa ia nikmati sendiri.

Iya, menikmati sendiri.
rasa syukur itu tidak perlu disebar luaskan ke orang kok, orang akan sadar sendiri mana manusi yang memiliki rasa syukur, atau hanya sekedar pura-pura bersyukur. Rasa syukur jauh lebih bermakna saat anda menikmati rasa penuh keindahan itu sendiri, dalam alam bawah sadar anda sendiri, dan tersenyum sendiri, atau tertawa penuh pengharapan sendiri.

Kebahagiaan itu bukan datang dari material dan uang atau fisik semata kok, kebahagiaan mempunyai arti diatas segalanya, diatas semua pencapaian luar biasa Anda..! diatas semua wajah cantik Anda ! diatas semua jabatan Anda ! dan diatas semua omong kosong anda tentang bersyukur.

Kapan terakhir anda benar-benar bersyukur terhadap hal kecil yang anda miliki.? kapan anda tersenyum untuk diri anda sendiri.?

Atau . . . . .
kapan anda terakhir jatuh cinta terhadap diri anda sendiri ?

Bersyukurlah anda dengan semua hal kecil yang mengelilingi anda, tersenyumlah akan semua hal yang membahagiakan anda, tertawalah untuk semua pencapaian menarik yang telah anda gapai.

Dan yakinkanlah, anda akan jauh lebih bahagia,

BERSYUKURLAH, DAN TERSENYUMLAH UNTUK DIRI ANDA SENDIRI .

Minggu, 14 Juni 2015

Karena Mereka Tidak Mengemis, Tak Perlulah Menawar Habis-habisan Barang yang Mereka Jual


Ketika sedang berjalan-jalan, pernakah kamu bertemu pedagang kaki lima atau asongan yang menjajakan dagangan mereka? Mungkin, saat kamu kehausan di tengah macet ada seorang penjual minuman keliling yang menjajakan dagangannya di bawah terik matahari. Kamu pun bermaksud membelinya untuk sekedar membasahi tenggorokan. Namun, menurutmu harga yang ditawarkan begitu mahal. Kamu pun menawar, tapi karena harga tak kunjung turun kamu tak jadi membeli.

Di sisi lain, kamu begitu sering jajan di minimarket, mengambil barang yang ingin kamu beli tanpa perlu menawar saat akan membayar ke kasir.

Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan sebuah video berjudul‘This Poor Coconut seller was insulted by a Rich man’. Video berbahasa India yang diunggah Varun Pruthi ini cukup viral di dunia maya dan berhasil mengumpulkan 500,00 views dan terus bertambah.

Kisah tentang seorang penjual kelapa muda yang dihina oleh seorang lelaki kaya.


Video ini bukan bercerita tentang kisah Mahabarata atau Ramayana, seperti cerita-cerita India yang sering kamu tonton di layar kaca Indonesia. Tak ada tari-tarian. Pokoknya, jauh dari streotip cerita India yang sering dijejalkan di Indonesia. Meski bukan drama percintaan, drama dalam video ini pun cukup menyentuh. Bercerita tentang seorang penjual kelapa muda di pinggir jalan yang melakukan tugasnya sebagai penjual. Tiba-tiba, seorang pria turun dari mobil dan menghampiri penjual kelapa muda. Pria itu bertanya berapa harga sebuah kelapa muda dan pedagang itu menjawabnya. Pria tersebut terkejut dengan harga yang diberikan dan kemudian menawarnya, tapi pedagang tersebut menolak.

“Pak, saya seharian berdiri di sini di bawah terik matahari…” begitu kira-kira yang diucapkan pedagang tersebut dengan sopan.

Yang terjadi, pria tersebut malah memaki pedagang tersebut dan menyebutnya perampok. Pria tersebut kemudian pergi meninggalkan pedagang yang hanya bisa berlapang dada dihina seperti itu. Tak beberapa lama, pria tersebut kembali lewat sembari membawa sebotol minuman. Pedagang kelapa muda itu pun bertanya berapa harga minuman tersebut. Yang ternyata harganya sama dengan harga kelapa muda yang ditawarkan penjual itu. Lalu penjual tersebut bertanya kembali berapa harga yang ditawar oleh pria tersebut. Pria tersebut terkejut dan berkata bahwa ini adalah minuman bermerek tidak mungkin ditawar.


Untuk minuman bermerek kamu tidak menawar, untuk pedagang miskin kamu menawar,” ujar pedagang tersebut.


Di sekeliling kita pun, ada banyak pedagang kecil yang mungkin sering kita perlakukan tidak adil.

Meski latar belakang video tersebut berada di India, tapi sepertinya masih relevan dengan keadaan di sekitar kita di Indonesia. Mungkin, kita sering mengumpat dalam hati ketika pedagang kecil di sekitar kita memberikan harga yang sepertinya terlalu mahal buat kita.

“Bapaknya mau naik haji kali nih masa kacang rebus aja lima ribu!”

Sementara kita biasa merasakan barang serupa di cafe, mall, atau restaurant dengan harga yang lebih mahal berkali-kali lipat dari harga yang diberikan pedagang tersebut. Tapi, tak sedikit pun kita merasa kemahalan atas harga yang ditawarkan. Mungkin, kita akan menjawab, ya tentu saja, karena di tempat-tempat tersebut ada pajak, sewa tempat, dan banyak hal yang dibebankan kepada pembeli.

Yang kita tidak tahu, pedagang kecil di sekeliling kita harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan dagangan, pulang lebih larut agar dagangannya habis dan tidak tersisa. Ada biaya ‘keamanan’ yang mungkin harus mereka keluarkan saat berjualan di jalan. Tak jarang, mereka harus mempertaruhkan keselamatan diri mereka untuk berjualan di tengah jalan atau naik turun bus kota dalam keadaan berjalan.

Mereka bukan peminta-minta, mereka hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal.

Mereka tak ingin dikasihani. Mereka juga bukan meminta sedekah. Yang mereka inginkan adalah kita membeli yang mereka jual dengan ikhlas. Kadang tak jarang kan kita menemui pedagang seperti ini yang sudah lanjut usia. Mereka tetap dengan gigih menjajakan barang dagangannya dengan sopan. Dengan keterbatasan ekonomi itu, mereka tetap berjuang mencari rezeki dan bukan hanya berpangku tangan mengharapkan bantuan. Mereka bekerja mencari nafkah dengan halal.

Seharusnya, kehadiran mereka bisa menjadi semangat untuk kita yang masih berusia muda. Dengan pendidikan yang lebih dan nasib yang jauh lebih beruntung dari pada mereka, kita harus lebih semangat dan optimis menghadapi hidup.

Kalau kebetulan kamu bertemu mereka di jalan, carilah alasan untuk membeli dagangan mereka.

Minggu, 24 Mei 2015

menjadi manusia seutuhnya :)


What makes you human? tiba-tiba aja terlintas di pikiran saya, apa sih sebenarnya yang membuat seorang manusia itu jadi manusia seutuhnya? Apa hanya dengan seluruh organ kita bekerja sempurna, masih sanggup bernapas, berpikir, berjalan dan berlari membuat kita menjadi manusia seutuhnya? Atau mungkin keutuhan manusia itu dinilai dari kemapanan karir, kestabilan pendapatan, branded bags and shoes, mobil yang nyaman dan pergaulan sosial kelas atas?

Ternyata, setelah saya menekan tombol pause dan berfikir sejenak, ternyata konsep manusia itu tidak pernah serumit itu. Beberapa manusia (hitunglah saya; dahulu..) terjebak dalam ekspektasi orang akan sebuah keberhasilan, nyatanya pada akhirnya, tak ada keutuhan apalagi kebahagiaan yang didapat dari menyenangkan banyak orang. Yang tersisa hanya kegamangan, kejomplangan pegangan dan ketidakseimbangan perasaan.

Hidup kok diatur banyak orang sih, yud? atauu Hidup kok harus berdasarkan apa yang orang-orang yakini kebenarannya? atauu.. Hidup kok berkiblat pada apa yang mayoritas yakini kekerenannya.. Lelah menghadapi hidup seperti itu, pada akhirnya saya berontak, saya teriak; hidup saya menjadi sebuah robot satu arah yang berorientasi pada orang banyak, yang sedihnya bahkan beberapa dari mereka tidak pernah saya temui langsung. Sindrom popularitas atau apalah sebutannya ternyata bukan yang saya mau dan saya kejar, tidak ada kenyamanan berada dalam zona tersebut. Hampir ratusan orang mengenal nama saya, tapi kadang saya berpikir, dari ratusan orang tersebut siapakah yang benar-benar tulus mendoakan saya ketika saya sakit atau benar-benar mengingat ulang tahun saya karena mereka menyimpannya dalam memori jangka panjang mereka bukan dari reminder facebook. Ternyata bahkan 10%nya saja tidak. Lalu, untuk apa saya susah-susah memenuhi ekspektasi semua orang bahkan hanya untuk sekedar bertegur sapa saja saya tidak pernah?

Ini bukan sebuah perkara kesombongan, tapi sebuah nilai dari ketenangan menjalani hari. Bahwa ada ketenangan luar biasa damai ketika saya berhenti untuk memenuhi semua harapan orang, untuk kembali fokus pada dunia kecil saya di rumah. Bersyukur mengenal banyak orang jelas saya rasakan, merasa terberkati bisa duduk satu meja dengan orang-orang hebat juga salah satu hal yang tak pernah bisa saya bayangkan sebelumnya. Euphoric? Mungkin. Tetapi ternyata ada hal-hal sederhana yang saya lupakan ketika saya terlalu sibuk untuk menyenangkan banyak orang.

 Apa itu? Kesederhanaan kebahagiaan kecil.

Mulai kembali kerumah.. ungkapan sederhana, sesederhana tulisan ini tapi tidak sesederhana itu akhirnya.. ternyata, saya menemukan kebahagiaan kecil tetapi banyak pada kata itu. Rumah. Apa yang saya maksud rumah disini bukan hanya sekedar bangunan tempat saya tinggal, tetapi dimanapun saya menaruh dan menitipkan hati saya disitu, tempat dimana saya bisa menelanjangi diri saya sendiri, tempat dimana saya bisa menjadi diri saya yang utuh tanpa terbebani oleh ekspektasi orang banyak. Saya cukup kaya raya untuk memiliki banyak rumah.. Alhamdulillah untuk itu..

Rumah orang tua saya, jelas rumah.. Cium pipi keluarga saya, itupun rumah.. Pelukan hangat seorang teman, lebih dari rumah.. Menyeruput kopi dan teh hangat bersama pasangan ataupun sahabat, sayapun merasa di rumah. Ternyata rumah bukan hanya tempat pulang, rumah adalah tempat dimana saya menaruh seluruh lelah, menyerahkan segala upaya dan memasrahkan semua tenaga untuk menaruh ketenangan disana. Saya ternyata kaya.. Saya memiliki banyak rumah yang sebelumnya saya lupakan.

Kebahagiaan hal sederhana., Ternyata bukan didapatkan dari popularitas ataupun barang mewah. Sesungguhnya kemewahan yang termewah adalah semua yang tak terbeli dengan uang. Keluarga, sahabat dan kekasih. Bukan harga dari secangkir kopi yang dinilai, tapi kehangatan ketika bercengkrama, bukan harga dari perjalanan jauh berjam-jam yang dihitung, tapi leganya melihat senyum keluarga. Bukan harga internet perbulan yang dijadikan patokan, tapi bahagianya bisa mendengar suara orang-orang yang disayang.

Beberapa bisa dibeli dengan uang, tapi apa yang didapatkan tak ternilai oleh uang. Kedamaian itu terselip sempurna dari kesederhanaan, ketenangan itu terduduk samar dibalik sebuah hangatnya penerimaan lingkungan kecil.

Masih mau meremehkan lingkungan sekitar?

atas nama 2 gelas minuman hangat dan 1 pelukan penuh kasih serta rasa nyaman tak terhingga saya deklarasikan diri saya sebagai... manusia :)

Sabtu, 16 Mei 2015

menerawang jauh

Beberapa waktu belakangan ini, entah kenapa, saya seperti merasa begitu dekat dengan kematian.
Kadang saya berfikir, Iam still 23, dan masih jauh sekali dengan kematian, saya akan mati karena tua.
Namun, saya sadar bahwa saya salah, bahwa Allah bisa mengambil saya kapanpun Allah mau.

Siapkah saya ?
Apa yang sudah saya berikan untuk Allah ?
Amalan apa yang sudah saya lakukan sepanjang saya hidup ?

Dan saya tertegun,
Bukannya saya tidak takut mati.
Tapi saya tidak siap untuk mati, malah saya takut untuk hidup tapi jauh dari Allah.

Kadang saya berfikir lebih jauh lagi,
Seperti apa rasanya mati ? atau seperti apa saya mati ?
Dengan cara apa saya mati ?
Dimana saya mati ?
Siapa yang sedih saat saya mati ?
Siapa pula yang tertawa saat saya mati ?
Apa banyak yang datang? Apa ada yang datang?
Apa yang mereka bakal bilang tentang saya?
Apa kenangan yang mereka inget tetang saya?
Apa ada yang rela nyetir jauh-jauh dan susah-susah parkir, untuk ngeliat saya untuk terakhir kali ya?
Apa iya, ada?

Kadang saya merasa, kematian adalah topik yang sensitif untuk kita.
Sesuatu yang “ada” tapi selalu kita deny keberadaannya.
Living is constant denying for death.

Kematian itu kekal, justru saat kematian itu menjemput, disitulah dimulai hidup kita yang lebih kekal dan tak lagi fana,
Namun mengapa saya begitu takut untuk mati ?
Mengapa saya selalu dihantui dengan perasaan tidak kuat atau sedih untuk ditinggalkan orang-orang disekitar saya ?

Kita makan, kita bercanda, kita karaoke, kita jatuh cinta. We forget about death. We are too busy with our distraction. But it is there. And when it hits, it hits hard.

Dan sebenernya yang saya inginkan adalah,
I want more to die special, than live special . .

Seketika saya sering merasa orang paling kecil di dunia.
Raga ini bisa dengan mudah diambil dan direnggut paksa oleh kematian.
Tiupan lilin ulang tahun mengindikasikan hidup yang semakin pendek dan menanti untuk berakhir.
Setiap tarikan nafas adalah satu tarikan nafas lagi untuk mendekati kematian.

Saya ingin saat suatu saat nanti kematian itu datang menghampiri saya.
Dimana saat nisan itu tertulisa nama saya.
Orang bisa merecall kembali masa-masa itu.
Bisa tersenyum bangga atau mungkin kembali menangis sedih . .

Yaa, saya mau itu . .

Selasa, 05 Mei 2015

NEVERLAND WANNABE


"So come with me, where dreams are born, and time is never planned. Just think of happy things, and your heart will fly on wings, forever, in Never Never Land!" - Peter Pan Quotes

Peter Pan berawal dari sebuah drama di mana skripnya ditulis oleh James M. Barrie. Peter Pan termasuk film sepanjang masa yang masih dikenal sampai saat ini. Peter Pan adalah sosok anak yang nakal yang dapat terbang dan bertualang bersama Wendy Darling dan sang peri Tinker Bell di dalam sebuah pulau yang bernama Neverland.

Neverland sendiri merupakan pulau yang penuh akan imajinasi anak-anak. Di sana tidak akan dikenal adanya proses mandiri dan yang ada di sana hanyalah kebahagiaan. Tak akan ada perang, dendam, saling benci ataupun iri hati, dan kejahatan yang menimbulkan rasa benci.

Neverland merupakan wahana di mana semua orang harus bergembira dan pasti merasakan kebahagiaan tiada tara. Tak akan ada kegelapan di sana karena matahari dan bulan selalu ada. Kita bebas mengekspresikan diri kita seperti yang kita mau. Mereka tidak akan pernah mengenal kata dewasa karena di sana tidak pernah terlahir kedewasaan. Mereka menikmati masa-masa berbahagia sebagai anak-anak dan tak peduli akan tanggung jawab yang akan semakin membebani mereka.

Sejujurnya, saya tak pernah puas dengan dunia Neverland yang pernah saya nikmati sampai kini. Saya memang tidak pernah ingin menjadi dewasa dan menjadi tua. Saya ingin menikmati kehidupan saya seperti masa kanak-kanak di mana kita semua boleh menggantungkan mimpi kita setinggi mungkin. Lebih tinggi daripada langit. Kita memperoleh jutaan kebahagiaan di masa kanak-kanak yang tak akan luput dari ingatan kita.

Masa kanak-kanak adalah masa-masa bahagia. Kita tidak pernah memikirkan adanya permusuhan dan rasa benci. Tidaklah juga kita mengenal politik, ekonomi, kriminal, atau perang. Yang ada hanyalah bahagia untuk menikmati hidup.

Masa kecil saya adalah masa kebahagiaan di mana saya belum bertanggung jawab atas apapun. Saya pernah mengalami Neverland. Saya pernah masuk ke dalamnya. Saya tidak peduli apa yang saya mainkan. Yang saya tahu hanyalah kebahagiaan. Seperti Peter Pan dan Wendy yang terbang berkeliling Neverland sambil bermain-main. Mereka tidak tahu dan tidak peduli dengan apapun yang ada.

Sampai Kapten Hook menyerang. Ia ingin merebut kebahagiaan di mana kita bebas terbang dan ia merasakan iri hati. Serbuk bintang yang ada bersama Peter Pan. Di sanalah satu kebahagiaan akan hilang. Saya sedang berada di dalam pertempuran melawan Kapten Hook karena saya tidak pernah menginginkan menjadi dewasa.

Namun, ketika saya sadari. Inilah saya dan di sinilah saya. Ini bukanlah Neverland. Bukan dunia yang penuh akan keceriaan. Semua orang diwajibkan menjadi dewasa dan memiliki tanggung jawab di dalam hidupnya. Semua orang harus menjalankan hidupnya tanpa bisa lagi bermain-main dan di dunia ini, kita mengenal hanya ada satu bulan dan satu matahari yang selalu berputar bergantian. Tak ada lagi kebahagiaan di mana kita bisa terbang bebas sebebas-bebasnya. Di dunia ini, dunia yang serba terbatas, kita diwajibkan bertumbuh menjadi dewasa sedewasa-dewasanya.

Tugas yang harus diemban adalah mewujudkan mimpi, tetapi bukanlah di Neverland. Ini dunia yang bukan Neverland, melainkan everland. Di sini, kita mengenang masa-masa kita bermain di Neverland sambil memperjuangkan kehidupan di tanah yang sesungguhnya.

Mungkin sekarang, saya ingin kembali ke Neverland. Saya akan menuju Neverland.

Namun pertanyaannya adalah, adakah lagi Neverland itu? Kalau ada, di mana?

Neverland adalah sebuah negeri yang hidup di dalam kepala. Ya, tentu saja ada. Itu adalah sebuah negeri hasil imajinasimu, sebuah negeri fantasi yang sejatinya hasil rekayasa atas kekreatifanmu menyiasati kebosanan/kemuakan atau mungkin karena kau memang menginginkan hal-hal baru.

 NEVERLAND WANNABE

Selasa, 14 April 2015

mencintai tanpa drama..


Apa sih definisi cinta, saya yakin jawaban dari setiap orang pasti akan berbeda-beda. Bagi sayapun, cinta bukan sesuatu hal yang mudah untuk diuraikan menjadi kata-kata, ia hanya dapat diejawantahkan dengan perbuatan.

Lalu, perbuatan apa saja yang masuk kategori cinta?

beberapa menjawab..
"Cinta adalah pengorbanan dia menembus hujan hanya untuk membelikan sop hangat."
Atau
"Cinta adalah dirinya yang membuka jaket di saat udara dingin untuk menyelimuti."
Atau
"Cinta adalah dirinya yang menahan lapar berbulan-bulan untuk membelikan kado ulang tahun."
Atau
"Cinta adalah dia yang menyempatkan untuk bertemu ketika sedang lelah-lelahnya.."


Iya itu semua cinta.
Tapi jika definisi cintamu adalah yang saya sebutkan di atas, artiny kamu tak selayak itu dicintai olehnya,
Jika definisi cintamu adalah semata sebuah pengorbanan yang dilakukan pasangan, jelas pasanganmu adalah orang baik, tapi kamu bukan yang baik untuknya.

Cinta buat saya adalah perbuatan "saling", saling berkorban dan tidak drama. Cinta memang membuat manusia berkorban lebih keras -- bahkan menembus hujan untuk mengantarkan sop panas, tapi cinta yang baik, tidak akan membiarkan ia melakukannya. Cinta yang baik tidak akan menempatkan cinta itu sendiri di atas pengorbanan sia-sia penuh drama. Cinta yang baik akan menempatkan dirinya pada keadaan nyaman, aman dan saling menjaga tanpa drama.

Jika kamu cinta, kamu tak akan membiarkan dirinya susah hanya untuk sekedar bertemu. Jika kamu benar cinta, ketulusan itu akan menghalangi dia yang kamu cinta untuk mengorbankan kesehatannya sendiri demi kamu yang cemberut.
Jika kamu benar cinta dan dia cinta kamu, semua akan mengalir indah, semua akan berjalan saling menutupi. Kalian akan terus saling menjaga dan tak mau saling menyusahkan untuk hal remeh temeh.

Cinta itu bukan sekedar pengorbanan tentang hujan dan menerobosnya. Tentang dingin dan jaketnya. Bukan pula tentang dia yang menggunakan tenaga terakhirnya untuk menemani manjamu. Cinta jauh lebih dari itu.


Lalu, apabila ada seseorang yang tak mau menerobos hujan karena ia menjaga kesehatannya supaya bisa terus menjagamu, apa ia bisa dibilang tak cinta?


Cintailah ia tanpa drama.
Apa adanya.

Rabu, 01 April 2015

dunia maya yg semu..


Suatu hari, saya berkunjung ke sebuah tempat makan terkenal bersama seorang teman masa sekolah, restoran tersebut berlokasi di tengah kota yang hingar bingar ini. Tempat makan yang memang sedang hits itu, selain menyajikan makanan yang enak tapi mahal juga menawarkan suasana dan tata makanan yang apik untuk dilihat nan dinikmati.

Saya menempati tempat duduk agak memojok, memesan beberapa menu dan kemudian menunggu. Tak lama, datanglah seorang gadis bersama teman prianya yang sepertinya tak begitu asing. Mencoba mengingat-ingat siapa, tapi memori terus gagal mencari.

Saya lebih memilih bersenda gurau dengan teman depan saya yang sudah lama tak jumpa karena kesibukan kami masing-masing. Ketika teman saya pamit untuk ke kamar kecil, saya kembali mengingat siapa gadis yang duduk tak jauh dari tempat saya.


"Hei.. saya ingat! fotonya sering wara wiri di instagram saya!"

Gadis tersebut merupakan seorang figur yang akun instagramnya nyaris mempunyai ribuan followers, cantik sekali memang dirinya. Gayanya menawan, senyumnya manis.

..

Makanan datang, seporsi cream pancake untuk dimakan berdua dengan teman saya dan hidangan utama juga 2 cangkir mochacino. Tak selang berapa lama kemudian, pramusaji restoran tersebut juga mengantarkan makanan ke meja gadis itu. Sejauh itu, tak ada yang aneh. Posisi duduk gadis tersebut membentuk garis lurus dari mata saya, jadi walaupun saya sedang makan, saya bisa melihat jelas polah tingkah gadis itu.

Ketika makanan datang, gadis tersebut dengan sigap merapikan makanannya. Menatanya kembali, lalu gadis itu mengeluarkan handphone dan memfoto makanan yang sudah ditatanya.

Ok.


Tak lama, gadis tersebut tampak kurang puas dengan hasilnya, lalu ia berdiri di tempatnya. Memfoto kembali makanannya.

Saya kira sudah selesai,
setelah mencek hasil fotonya, masih tampak wajah kurang puas di paras gadis cantik itu.

Lalu apa yang terjadi?
ia menarik kursi tempat duduknya, dan naik ke atasnya.... Lalu memoto makanannya.

Ok.
Saya terdiam.

...

Saya tak sempat melihat reaksi sekeliling, saya lebih memilih melanjutkan menyantap hidangan saya dan meneruskan obrolan dengan si kawan lama.

...


Sampai rumah.
Penasaran.
Saya buka instagram gadis cantik tadi, benar dugaan saya, ia mengupload hasil foto makanannya. Ratusan likes. Saya ulang, ratusan likes.

...


Saya tutup laman akunnya dan terdiam.
Lalu merenung.
Saya juga penggiat social media, sayapun mendapat rezeki dari social media. Tapi saya menjadi takut, apa saya menjadi aneh di dunia nyata? Apa saya menjadi sosok anomali di dunia yang seharusnya saya diterima, dunia yang semestinya saya habiskan lebih banyak waktu.
Dunia nyata...


Mendadak saya takut. Eksistensi saya di twitter adalah semu. Bahwa sesungguhnya di mata orang yang tak paham arti sosmed, saya tak lebih adalah sosok sibuk sendiri yang aneh. Seaneh saya melihat ada gadis cantik menarik kursi dan naik ke atasnya untuk memfoto makanan demi ratusann likes.

:



..

Coba bertanya pada diri sendiri,
jadi kita ini menyenangkan siapa?
Makan untuk mengenyangkan perut atau untuk ribuan likes?
Lari untuk sehat, atau pamer jauh-jauhan lewat aplikasi nike?..


..



Apapun jawabannya, semoga kita semua terlindungi dari terlihat aneh, oleh mereka yang tidak terlalu paham bagaimana cara login ke dunia penuh drama bernama.. social media.